Jejak Ukhuwah di Jalan Dakwah Asadullah 4.5

Ada kisah yang tak akan hilang dalam jejak dakwah, kisah tentang pertemuan yang Allah atur dengan penuh kasih. Tentang orang-orang yang datang dari arah berbeda, tapi disatukan oleh niat yang sama yakni meniti jalan kebaikan karena-Nya. Di rumah ini, setiap Langkah menjadi saksi bahwa dakwah bukan sekedar kegiatan, melainkan perjalanan hati.

“Bersama bukan karena kebetulan, tapi karena Allah memilih kita untuk berjalan di jalan yang sama.”

Ada satu hal yang tidak bisa tergantikan dari sebuah perjalanan dakwah, bukan hanya program kerja yang tersusun rapi, bukan pula capaian yang terlihat di permukaan. Tetapi rasa kebersamaan, tanggungjawab, dan iman yang berakar di dalamnya.

Begitulah kiranya yang tergambar dari perjalanan Assalam Sumbar, sebuah organisasi dakwah yang bukan sekadar wadah kegiatan melainkan rumah tempat para pemuda belajar menapaki jalan perjuangan. Di dalamnya, setiap program dan kegiatan hanyalah wasilah, yang paling utama ialah bagaimana setiap jiwa bertumbuh dan berproses bersama saling menguatkan dalam bingkai ukhuwah.

Assalam Sumbar menjadi ruang penuh makna, tempat memori terukir dan kenangan bersemayam. Ada tawa yang menenangkan, ada lelah yang memupuk keikhlasan, ada kecewa yang menumbuhkan sabar, tangis yang mengajarkan arti tanggungjawab, serta kesal yang berujung maaf yang menghangatkan. Dibalik semua itu, tersimpan satu benang merah yang menyatukan: Orientasi karena Allah.

Pemuda yang berjuang di jalan ini datang dari berbagai latar belakang; berbeda kampus, jurusan, kepentingan, hingga jadwal kuliah. Ada yang berlari, ada yang berjalan, ada pula yang sesekali tertatih. Namun, dalam keberagaman itu, mereka belajar satu hal yakni menyamakan niat dan meluruskan arah.

Jalan ini tidak mudah, seringkali ada ujian yang menghampiri, program kerja yang tak berjalan sebagaimana mestinya, atau roundown kegiatan yang berantakan, dan kendala yang datang bersamaan ditengah padatnya urusan masing-masing. Namun, dari celah kesulitan itu, lahir kekuatan ukhuwah yang sesungguhnya, sejatinya ukhuwah tidak tumbuh di atas kesempurnaan, melainkan pada perjuangan untuk saling memahami di Tengah perbedaan.

Ukhuwah di Assalam Sumbar bukan hanya kata yang terucap, tapi napas yang dihirup bersama, diselimuti doa dan niat yang lurus karena setiap periode kepengurusan menjadi bab tersendiri dalam buku Panjang perjuangan dakwah ini. Dari generasi ke generasi semangat itu berpindah, tidak untuk menggantikan tapi untuk melanjutkan. Kini, kepengurusan Asadullah 4.5 berada di penghujung perjalanan.

Tulisan ini hadir dari hati yang turut membersamai, ikut mendengar dan merasakan setiap Langkah perjuangan yang telah ditempuh. Ada rasa bangga yang tidak bisa disembunyikan, bangga atas dedikasi yang mereka usahakan, atas kesungguhan yang mereka jaga meski tidak selalu mudah. Namun, dibalik rasa bangga ini terselip pula rasa haru dan refleksi diri. Kami sadar dalam perjalanan ini pasti ada kekeliruan, ada arah yang kadang belum tepat, ada Keputusan yang belum sempurna. Tapi setiap kekurangan adalah pengingat bahwa dakwah bukan tentang hasil tanpa cela, melainkan tentang niat yang harus tetap dijaga.


Saat langkah kepengurusan ini mulai menepi, kami menundukkan kepala dengan Syukur. Syukur karena Allah telah pertemukan dalam satu barisan, Syukur karena dalam suka dan duka, ukhuwah tetap terjaga, Syukur karena masih diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari sejarah kecil perjuangan kapal ini.

Sebab pada akhirnya, di jalan dakwah ini yang paling indah bukanlah nama yang tertulis di laporan kegiatan, bukan pula keberhasilan program yang terselesaikan dengan sempurna, melainkan hati yang saling teguh karena Allah, yang bersama meniti lelah dan menjemput berkah. Ukhuwah ini bisa saja takkan abadi dalam bentuk kebersamaan fisik, tapi insyaAllah akan kekal dalam doa, dalam rindu, dan dalam catatan amal yang tersimpan dengan penuh kasih.

Terima kasih, Asadullah 4.5 atas perjuangan yang tulus. Semoga setiap langkah, tawa, air mata, dan lelah yang pernah tercurah di jalan ini menjadi saksi di hadapan Allah, bahwa kita pernah berjuang bersama. Semoga setiap langkah kita selalu terjaga.

 

Penulis

MPP ASADULLAH 4.5